PALI, Indosurya – Pertamina EP (PEP) Adera Field terus melakukan inovasi dalam meningkatkan produksi migas. Salah satunya melalui penerapan metode komplesi dual string pada Sumur BNG-080 di Struktur Benuang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.
Metode dual string memungkinkan dua lapisan reservoir berbeda diproduksikan secara bersamaan dalam satu sumur tanpa harus melakukan pengeboran baru. Pada Sumur BNG-080, teknik tersebut diterapkan untuk memproduksikan lapisan reservoir TAF-L1 dan TAF-N2 secara simultan, sehingga mampu meningkatkan efisiensi biaya sekaligus memaksimalkan volume produksi.
Berdasarkan hasil initial flow test yang dilaksanakan pada 26–28 Juni 2026, lapisan TAF-L1 memiliki potensi produksi gas sebesar 2,836 MMSCFD. Sementara lapisan TAF-N2 mencatat potensi produksi minyak mencapai 572,8 barel per hari (BOPD) serta gas sebesar 1,666 MMSCFD.
General Manager Zona 4, Djudjuwanto, mengatakan penerapan teknologi tersebut menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi lapangan migas yang telah ada.
"Dengan memaksimalkan potensi dua lapisan dalam satu sumur, kami tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi pengembangan lapangan. Harapannya, keberhasilan ini dapat menjadi model penerapan pada sumur-sumur berikutnya di Zona 4," ujarnya.
Meski metode dual string pernah diterapkan di Struktur Benuang pada 1984, hasilnya saat itu belum optimal. Melalui kajian dan pengembangan teknologi, PEP Adera berhasil menemukan metode yang lebih sesuai untuk kondisi Sumur BNG-080 sehingga mampu memberikan hasil yang lebih maksimal.
Manager Subsurface Development Area 1, Budi Darmawan, menjelaskan keberhasilan tersebut akan menjadi acuan untuk diterapkan pada empat sumur lainnya, yakni tiga sumur di Struktur Benuang dan satu sumur di Struktur Gunung Kemala. Program tersebut merupakan bagian dari Rencana Kerja Pemboran Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada triwulan III hingga triwulan IV.
Menurutnya, Sumur BNG-080 nantinya akan menjadi salah satu penopang pencapaian target produksi Pertamina EP Adera Field pada 2026, yakni sebesar 4.537 BOPD minyak dan 22,21 MMSCFD gas.
"Menyusul keberhasilan Sumur BNG-080, kami akan terus melakukan optimasi pengeboran di struktur yang ada di PEP Adera. Upaya ini untuk menambah produksi agar menggantikan laju penurunan produksi alamiah (natural decline) demi menjaga stabilitas produksi migas," pungkas Budi.
Sebagai informasi, PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang mengelola sejumlah wilayah kerja di Sumatera Selatan, termasuk PEP Adera Field, di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan.

%20(1000%20x%20199%20piksel)_20250406_231039_0000.png)


