PALI — Duka mendalami keluarga Andika bin Antap Mustopa dan Hulya Elis binti Atap Mustopa. Dua kakak beradik tersebut dikabarkan meninggal dunia dalam waktu terdekat dan diduga akibat Demam Berdarah Demam Berdarah (DBD).
Kabar duka itu menarik perhatian masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Rumah duka yang berada di Gang Percon, RT 04 RW 01, Kelurahan Handayani Mulia, Kecamatan Talang Ubi, tampak didatangi warga dan kerabat, Selasa (26/8/2026).
Kedatangan para pelayat menjadi bentuk belasungkawa sekaligus dukungan moril bagi keluarga yang tengah kehilangan dua anggota keluarga sekaligus.
Tujuan juga disampaikan Pemerintah Kabupaten PALI. Kartika Sari, S.Kom., MM, selaku Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) PALI yang juga menjabat Kepala Dinas Perhubungan PALI, mendatangi rumah duka untuk menyampaikan langsung rasa duka dari pemerintah daerah.
Kartika mengatakan, kedatangannya merupakan bentuk kepedulian Pemkab PALI kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Kami hadir mewakili Bapak Bupati untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga. Semoga almarhum dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Kartika.
Ia menyampaikan, musibah yang menimpa keluarga tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan hanya saat memberikan pelayanan, tetapi juga ketika warga menghadapi musibah.
“Kami turut turut prihatin atas apa yang dialami keluarga. Pemerintah daerah ingin memastikan agar masyarakat tidak merasa sendiri ketika menghadapi musikbah seperti ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kartika juga menyerahkan bantuan kepada pihak keluarga. Bantuan tersebut diberikan sebagai wujud kepedulian dan empati Pemkab PALI terhadap keluarga yang sedang khawatir.
“Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga. Nilainya mungkin tidak seberapa, namun ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian dari pemerintah,” ungkapnya.
Sebagai Plt Kepala Dinas PPKBPPPA, Kartika turut mengingatkan pentingnya menjaga ketahanan keluarga dan memberikan perlindungan kepada anggota keluarga, khususnya perempuan dan anak, dalam menghadapi situasi sulit.
Sementara mengenai dugaan DBD yang dialami kedua korban, upaya pencegahan penyakit tersebut dinilai perlu dilakukan secara bersama-sama melalui keterlibatan pemerintah dan masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama dengan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.
Kartika kembali menyampaikan harapan agar keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kekuatan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten PALI, kami menyampaikan duka cita yang mendalam.Semoga keluarga diberikan ketabahan dan masyarakat PALI selalu diberikan kesehatan serta perlindungan,” tutupnya.

%20(1000%20x%20199%20piksel)_20250406_231039_0000.png)


