PALI — Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus menggencarkan langkah pengendalian inflasi menjelang bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri 2026. Salah satu upaya konkret yang dilakukan yakni melalui peluncuran gerakan tanam cabai serentak oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PALI, Jumat (23/1/2026).
Gerakan tersebut ditandai dengan pembagian bibit cabai siap tanam yang sudah ditanam dalam polibag. Pada tahap awal, program ini menyasar seluruh kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta kelurahan di wilayah Kabupaten PALI.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PALI, Khairiman, S.Pt., M.Si., menjelaskan bahwa gerakan tanam cabai serentak merupakan langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan harga cabai yang kerap terjadi menjelang Ramadan dan Lebaran, yang berisiko memicu inflasi daerah.
“Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan sendiri. Melalui gerakan ini, kami melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar bersama-sama berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga,” ujar Khairiman.
Menurutnya, waktu pelaksanaan program sengaja dipilih lebih awal agar tanaman cabai yang ditanam saat ini dapat memasuki masa panen bertepatan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang Idul Fitri.
“Kita mulai sekarang supaya saat lebaran nanti cabai sudah bisa dipanen. Dengan begitu, tekanan inflasi bisa ditekan sejak dini,” katanya.
Selain sebagai langkah pengendalian harga, program ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih aktif memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam komoditas pangan, terutama cabai yang masuk dalam kategori bahan pangan strategis.
Pada tahap awal pelaksanaan, sedikitnya 2.000 batang bibit cabai dibagikan. Khairiman menekankan pentingnya komitmen seluruh penerima bibit untuk menanam dan merawat cabai tersebut hingga berbuah.
“Bibit yang sudah dibagikan harus benar-benar ditanam dan dirawat. Harapannya, hasilnya bisa dirasakan langsung dan program ini berjalan berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Khairiman menegaskan bahwa gerakan tanam cabai serentak tidak hanya terbatas pada instansi pemerintah, melainkan terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten PALI.
“Kami mengajak masyarakat untuk ikut serta. Manfaatkan lahan sekecil apa pun di pekarangan rumah agar kemandirian pangan meningkat, khususnya untuk komoditas strategis seperti cabai,” tutupnya.

%20(1000%20x%20199%20piksel)_20250406_231039_0000.png)

