Notification

×

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pertamina EP Prabumulih Field Tuntaskan Proyek Penyaluran Gas ke LPG Plant Limau Timur

Jumat, 23 Januari 2026 | Januari 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-23T09:31:13Z

 


Prabumulih – PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field resmi menuntaskan proyek perubahan pola operasi penyaluran gas dari Struktur Tundan, Prabumulih Barat, dan Gunung Kemala melalui Stasiun Pengumpul Gas (SKG-X) Prabumulih Barat menuju LPG Plant Limau Timur, Jumat (23/1/2026).


Sebagai tindak lanjut proyek tersebut, PEP Prabumulih Field melaksanakan penyaluran perdana gas dari ketiga struktur tersebut ke LPG Plant Limau Timur. Proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang masuk dalam roadmap swasembada energi, khususnya sektor minyak dan gas bumi serta LPG.


Penyaluran gas ini dinilai strategis dalam memperkuat pasokan bahan baku LPG domestik, sehingga berdampak langsung pada ketersediaan energi bagi masyarakat dan pengurangan ketergantungan terhadap impor.


Peresmian penyaluran perdana gas tersebut dihadiri Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto. Ia mengapresiasi langkah yang dilakukan PEP Prabumulih Field karena dinilai memiliki nilai strategis, tidak hanya bagi kinerja perusahaan, tetapi juga bagi kepentingan nasional.


General Manager Zona 4, Djudjuwanto, mengatakan penyaluran perdana gas ini merupakan bukti nyata komitmen Pertamina dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.


“Penyaluran gas dari Struktur Tundan, Prabumulih Barat, dan Gunung Kemala ke LPG Plant Limau Timur merupakan wujud komitmen Pertamina dalam memastikan ketersediaan energi dalam negeri yang dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.


Ia menjelaskan, perubahan pola operasi penyaluran gas dilakukan untuk menjaga keandalan produksi serta memastikan sistem penyaluran berjalan stabil dan aman. Dalam sistem ini, Struktur Gunung Kemala menjadi kontributor utama produksi gas, didukung Struktur Tundan dan Prabumulih Barat yang menjaga keseimbangan penyaluran secara terintegrasi.


Melalui optimalisasi tersebut, Pertamina mampu mempertahankan kinerja produksi di tengah tantangan lapangan migas yang telah matang. Inovasi ini juga berhasil meningkatkan produksi LPG dari sebelumnya 55 metrik ton per hari (MTD) menjadi 85 MTD, serta produksi kondensat dari 200 barel per hari (BOPD) menjadi 350 BOPD tanpa melakukan pengeboran sumur baru. Ke depan, produksi LPG masih berpotensi ditingkatkan hingga 100 MTD.


Selain berdampak pada aspek operasional, proyek ini juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui terjaganya pasokan energi yang berkelanjutan.


Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, keandalan operasi, serta perlindungan lingkungan, serta dilakukan dalam koordinasi dengan SKK Migas dan para pemangku kepentingan terkait.


Keberhasilan penyaluran perdana gas ini kembali menegaskan peran Pertamina sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi Indonesia. (is)

×
Berita Terbaru Update