Notification

×

Iklan


 

Iklan



Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kemarau Melanda PALI, PSI Gelar Salat Istisqa dan Ingatkan Bahaya Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | Agustus 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-25T13:30:08Z

 


PALI, Indosurya — Kondisi kemarau yang masih berlangsung di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) membuat masyarakat berharap hujan segera turun. Selain berdampak pada kebutuhan air, cuaca kering juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Menyikapi kondisi tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten PALI menggelar salat istisqa sebagai bentuk doa dan ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan.


Salat istisqa dilaksanakan di halaman SKP (Solidaritas Kuliner PALI) PSI PALI, Jalan Lingkar Handayani Mulia, Selasa (25/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti para jamaah dan dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sumatera Selatan, Dr. Ir. H. Heri Amalindo, M.M.


Heri Amalindo yang juga pernah menjabat sebagai Bupati PALI selama dua periode tampak mengikuti rangkaian salat istisqa bersama jamaah. Usai pelaksanaan salat, doa dipanjatkan agar Allah SWT menurunkan hujan yang cukup dan memberikan keberkahan bagi masyarakat PALI.


Heri mengatakan, pelaksanaan salat istisqa merupakan bentuk upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon pertolongan di tengah kondisi kemarau.


“Dalam kondisi seperti ini, kita harus terus berikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT. Mudah-mudahan hujan segera diturunkan, khususnya untuk Kabupaten PALI, dan hujan tersebut membawa manfaat serta keberkahan bagi masyarakat,” kata Heri.


Ia juga mengingatkan bahwa kondisi lahan yang kering harus diwaspadai. Menurutnya, sedikit saja sumber api muncul di area semak atau lahan kering, kebakaran dapat dengan cepat meluas.


Untuk itu, Heri meminta masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Ia menilai pencegahan jauh lebih penting karena karhutla dapat menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan dan masyarakat.


“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi sekarang sangat kering, sehingga api mudah menyebar. Kita harus menjaga lingkungan dan jangan sampai kelalaian menimbulkan kebakaran yang merugikan banyak pihak,” tegasnya.


Heri juga menginstruksikan kader PSI di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan agar ikut mengambil bagian dalam membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau.


Menurutnya, kader partai tidak hanya dituntut hadir dalam kegiatan politik, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ketika masyarakat menghadapi persoalan.


“Saya berharap kader PSI dapat turun langsung ke masyarakat. Edukasi warga mengenai bahaya karhutla harus terus dilakukan. Kalau ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih, kader juga harus ikut membantu dan berkoordinasi agar kebutuhan mereka bisa terpenuhi,” ujarnya.


Ia menambahkan, menghadapi musim kemarau membutuhkan kepedulian dari seluruh pihak. Doa tetap diperlukan, namun harus dibarengi dengan langkah konkret, mulai dari menjaga lingkungan hingga membantu warga yang terdampak kekeringan.


“Berdoa harus, tetapi ikhtiar juga harus jalan. Mari kita jaga lingkungan, mencegah kebakaran dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Semoga hujan segera turun dan membawa manfaat bagi PALI,” pungkasnya.


Pelaksanaan salat istisqa DPD PSI PALI berlangsung dengan khidmat. Para jamaah berharap doa yang dipanjatkan menjadi bagian dari ikhtiar agar kemarau segera berakhir dan hujan kembali membasahi wilayah PALI.


Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla hingga kondisi cuaca kembali normal.

×
Berita Terbaru Update