PALI – Dalam rangka mendukung kegiatan pencarian potensi sumber daya migas, PT BGP Indonesia mengadakan pertemuan bersama masyarakat Desa Tambak, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Jumat (17/07/2026).
Pertemuan yang digelar di Gedung Serbaguna Desa Tambak tersebut bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai rencana pekerjaan survei seismik serta membuka ruang komunikasi antara perusahaan dengan warga yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah unsur pemerintahan dan aparat penegak hukum, mulai dari perwakilan Kementerian Hukum dan HAM RI, Pemerintah Kabupaten PALI, TNI, Polri, Kejaksaan Negeri PALI, hingga pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat.
Camat Penukal Utara, Fahrudin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan eksplorasi tersebut. Menurutnya, langkah itu dapat menjadi peluang bagi daerah untuk menemukan sumber energi baru yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Pemerintah Kecamatan Penukal Utara mendukung penuh kegiatan ini dan berharap potensi minyak di wilayah kami dapat teridentifikasi,” katanya.
Ia juga meminta agar masyarakat setempat mendapat kesempatan untuk terlibat dalam setiap tahapan pekerjaan yang dilakukan.
“Jika memungkinkan, tenaga kerja dari desa sekitar dapat diprioritaskan sehingga masyarakat juga merasakan manfaat dari kegiatan ini,” ujarnya.
Pihak PT BGP menerangkan bahwa pekerjaan yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari program lanjutan setelah kegiatan serupa pernah dilakukan beberapa tahun lalu. Survei tersebut menggunakan metode geofisika untuk memperoleh gambaran kondisi lapisan bawah permukaan bumi.
Sebanyak 27 titik telah masuk dalam agenda pendataan awal. Wilayah tersebut dinilai memiliki prospek yang cukup baik karena berada tidak jauh dari kawasan yang memiliki sejarah produksi minyak, terutama di daerah perbatasan Kabupaten PALI dan Musi Banyuasin.
Menjawab berbagai pertanyaan masyarakat mengenai kemungkinan dampak kegiatan di lapangan, Humas PT BGP, Barus, memastikan perusahaan telah menyiapkan langkah antisipatif.
“Perusahaan akan melakukan pendataan terhadap bangunan dan aset masyarakat sebelum kegiatan dimulai. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen kami dalam memberikan kepastian kepada warga,” jelasnya.
Suasana dialog berlangsung interaktif. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan sejumlah hal, mulai dari batas lahan yang akan dilintasi hingga kemungkinan dampak yang timbul selama pekerjaan berlangsung.
Seluruh pertanyaan dijawab secara langsung oleh tim perusahaan. Dengan adanya sosialisasi tersebut, diharapkan masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai kegiatan survei seismik sehingga pelaksanaannya dapat berjalan dengan aman, tertib, dan mendapat dukungan dari seluruh pihak.

%20(1000%20x%20199%20piksel)_20250406_231039_0000.png)


